Teori Atom

Teori atom menjadi dasar yang penting bagi Anda yang ingin belajar tentang kimia. Atom sendiri merupakan sebuah satuan dasar materi yang tersusun dari inti atom serta elektron yang bermuatan negatif. Sedangkan untuk inti atom terdiri dari muatan positif yaitu proton serta muatan netralĀ  yang disebut neutron. Tetapi penjelasan tentang atom tak hanya cukup sampai disitu karena beberapa ahli kimia memiliki teori yang berbeda untuk membuktikan atom yang sebenarnya.

Mempelajari tentang atom sebetulnya ada banyak teori yang perlu Anda ketahui. Dimana teori tersebut berasal dari para ahli kimia yang sudah melakukan beberapa eksperimen mengenai atom. Selain itu anda perlu mempelajari bagaiman cara menghitung massa elektron serta mempelajari inti atom.

Teori Atom Menurut Ahli Kimia

Agar lebih mudah dalam mempelajari atom, para ahli kimia telah menjelaskannya. Berikut ini adalah teori atom dari para ahli kimia yang perlu Anda ketahui.

1. John Dalton

John Dalton mengemukakan bahwa atom memiliki bentuk menyerupai bola pejal. Terori ini dianggap sebagai teori yang paling tua. Selain itu menurut Dalton, teori yang dikemukakan tersebut didasarkan pada hukum susunan tetap dari Prouts serta hukum kekelasan massa dari Lavoisier.

Dari dua hukum tersebut dapat dihasilkan teori menurut Dalton jika atom merupakan bagian terkecil dari materi dan digambarkan dalam bentuk pola pejal. Selain itu atom akan bergabung menjadi senyawa serta reaksi kimia akan membuat atom kembali ke bentuk semula.

2. J.J. Thomson

Eksperimen Thomson pada tahun 1897 menunjukkan sinar katoda terdefleksi oleh medanĀ listrik maupun medan magnet. Eksperimen tersebut menunjukan bahwa sinar katoda merupakan radiasi partikel bermuatan listrik. Sinar katoda yang terbelokkan ke arah kutub bermuatan positif menunjukkan bahwa sinar katoda adalah partikel yang bermuatan negatif.

Baca Juga  Massa Elektron

Partikel sinar katoda oleh Thomson disebut elektron. Penemuan ini yang kemudian dapat diambil kesimpulan bahwa di dalam atom memiliki elektron bermuatan negatif. Model atom Thomson menjelaskan bawha elektron bermuatan negatif tersebar dalam bola bermuatan positif seperti model roti kismis. Besar muatan atom positif maupun negative adalah sama sehingga atom memiliki muatan netral.

3. Rutherford

Teori dari Rutherford diperoleh dari hasil eksperimen menggunakan tembakan inti atom pada lempengan emas menggunakan partikel alpa. Hingga pada akhirnya menghasilkan teori bahwa sebagian besar atom adalah permukaan yang hampa, inti atom bermuatan psotif dan menjadi pusat massa atom, elektron mengeliling inti dan bergerak dengan kecepatan tinggi.

Selain itu eksperimen alfa menunjukkan bahwa partikel alpha sebagian kecil dibelokkan serta hanya sedikit yang dipantulkan dan awan elektron tidak berpengaruh pada penyebaran partikel alpha.

4. Bohr

Menurut teori Bohr, elektron beredar pada lintasan tertentu atau disebut orbit tetapi elektron tidak memancarkan energi meskipun bergerak sangat cepat. Selain itu menurut Bohr, elektron dapat berpindah ke kulit yang lain dengan pemancaran atau penyerapan energi.

Melalui penjelasan teori atom dari para ahli kimia diatas bisa memberikan wawasan bagi Anda mengenai atom dan sifat-sifatnya. Meskipun para ahli tersebut memiliki teori yang berbeda tetapi pada dasarnya teori tersebut saling berkaitan dan bersumber dari teori-teori yang dikemukakan para ahli kimia sebelumnya.

Tinggalkan komentar