Kerajaan Kutai

Kerajaan kutai merupakan salah satu kerajaan hindhu paling tertua di Indonesia, dimana kerajaan yang paling pertama berdiri. Sejak sebelum negara Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan, dahulu sudah berdiri kerajaan-kerajaan besar. Kerajaan ini juga menjadi kerajaan Hindhu yang paling tua di bandingkan dengan kerajaan lainnya. Tapi di sisi lain masih banyak orang yang belum mengetahui sejarah kerajaan ini secara lengkap. Bahkan yang lebih miris yaitu banyak orang yang sudah melupakan sejarah.

Padahal kalau anda tahu, kerajaan-kerajaan terdahulu lah yang memperjuangkan Nusantara, sampai akhirnya Indonesia sudah merdeka. Untuk itu sangat penting sekali bagi anda agar mengetahui sejarah kerajaan. Dimana dalam hal ini mulai dari sejarah kerajaan tertua di Indonesia yaitu kerajaan kutai. Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai kerajaan ini, mulai dari sejarah, peninggalan, dan masih banyak lainnya. Jadi simak pembahasan ini dengan baik.

Sejarah Dan Peninggalan Kerajaan Kutai

Selain kerajaan kutai, kerajaan lainnya yang pernah ada di Indonesia adalah kerajaan majapahit. Berikut informasi selengkapnya mengenai sejarah kerjaan kutai, nama raja,  perekonomian, sosial budaya, runtuhnya dan peninggalannya.

1. Sejarah kerajaan kutai lengkap

Kerajaan kutai merupakan kerajaan tertua yang pernah ada di Indonesia, dimana kerajaan ini di perkirakan berdiri pada abad ke 5 masehi. Untuk lokasi kerajaan ini sendiri yaitu terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur atau dekat dengan Kota Tenggarong saat ini. Saking lamanya kerajaan ini berdiri, sebenarnya tidak ada yang mengetahui secara pasti nama dari kerajaan ini. Dan nama kutai sendiri di ambil dari nama tempat di temukannya prasasti.

Bukti kerajaan kutai di ambil dari berbagai macam sumber sejarah kerajaan kutai adalah berupa prasasti yupa atau tiang batu yang berjumlah tujuh. Dimana di tiang tersebut terdapat tulisan dengan bahasa sanksekerta, sehingga bisa di simpulkan lokasi kerajaan ini dari berbagai macam aspek seperti sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Selain itu di tulisan tersebut juga menggambarkan raja pertama dari kerajaan ini yaitu Kudungga.

2. Raja-Raja Kerajaan Kutai

Raja Kudungga – Ini merupakan raja pertama sekaligus pendiri kerajaan kutai. Dimana para ahli menafsirkan nama Kudungga merupakan nama lokal atau belum terpengaruh budaya India. Jadi bisa di simpulkan bahwa pada masa itu budaya Hindhu baru masuk ke Indonesia. Pada awalnya Kudungga merupakan ketua suku, karena masuknya budaya Hindhu tersebut beliau mengangkat dirinya sebagai raja.

Baca Juga  Inti Atom

Raja Asmawarman – Dalam prasasti yupa menggambarkan jika raja Asmawarman merupakan raja yang kuat dan cakap. Pada masanya beliau lebih memperluas lagi wilayah kerajaan, dimana hal ini bisa dibuktikan dengan adanya upacara Asmawehda yang sudah menyebar sampai ke India. Biasanya pada upacara tersebut di lakukan dengan cara pelepasan kuda, dan tapak kaki kuda yang terakhir merupakan batas wialayah dari kerajaan kutai.

Raja Mulawarman – Raja Mulawarman merupakan penerus dari kerajaan kutai, dimana Mulawarman sendiri merupakan anak dari raja Asmawarman. Dan pada masa kepimpinan beliau, kerajaan ini berada dalam masa kejayaan. Dimana hal ini bisa di buktikan dengan adanya upacara rutin kurban emas yang cukup banyak. Hal inilah yang membuat rakyat-rakyatnya pada masa itu merasa tentram dan bahagia.

Raja-Raja lainnya – Sebenarnya masih banyak lagi yang menjadi raja di kerajaan kutai, tapi kami hanya ambil raja yang sagat berpengaruh terhadap kerajaan ini. Nah berikut beberapa daftar nama yang pernah menjadi raja kerajaan ini :Raja Irwansyah, Raja Sri Asmawarman, Raja Marawijaya Warman, Raja Gajayana Warman, Raja Tungga Warman, Raja Jayanaga Warman, Raja Nalasinga Warman, Raja Nala Parana Warman, Raja Indra Warman Dewa dan Raja Sangga Warman.

3. Perekonomian kerajaan kutai

Untuk sistem perekonomian kerajaan kutai yaitu bermula dari Raja Mulawarman yang mengadakan upacara kurban emas dan menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Jadi dalam hal ini pada masa tersebut sudah ada emas dan sapi, walaupun tidak ada yang mengetahui asal muasal emas dan sapi tersebut. Tapi bisa kita simpulkan jika pada masa itu sudah mengenal perdagangan.

4. Sosial dan budaya kerajaan kutai

Untuk kehidupan sosialnya sendiri terbilang sangat baik, dimana pada masa raja Mulawarman terjalin suatu hubungan yang harmonis antara raja dengan golongan Brahmana. Hal ini bisa di buktikan dengan adanya upacara serta pemberian sapi. Sedangkan untuk budaya kerajaan kutai terbilang sudah maju, dimana hal ini bisa di buktikan dengan adanya upacara Hindhu yang di pimpin oleh orang Indonesia asli. Jadi dalam hal ini pada masa itu kemampuan akan bahasa sanskerta sudah paham.

5. Runtuhnya kerajaan kutai

Penyebab kerajaan kutai runtuh yaitu ketika pada masa raja Dharma Setia Tewas dalam sebuah peperangan melawan Raja Kutai Kartanegara ke 13 atau Anum Panji Mendapa. Dan perlu anda ketahui walaupun sama-sama memiliki nama Kutai, tapi kerajaan ini berbeda. Dimana kerajaan ini Negara merupakan kerajaan islam yang terbilang tertua di Indonesia. Dan pada tahun 1365, nama ini sudah di sebutkan dalam sastra jawa yaitu Negarakertagama.

Baca Juga  Pengertian HAM

5. Peninggalan kerajaan kutai

Ada banyak sekali peningalan dari kerajaan kutai, nah berikut beberapa peninggalan sejarah  kerajaan ini :

Prasasti yupa – Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, jika nama kerajaan kutai diambil dari sebuah prasasti yang bernama yupa. Dan sampai saat ini masih ada tujuh prasasti yang terus dijaga.

Ketopong sultan – Ini merupakan suatu mahkota yang dibuat dari emas dan dipakai langsung oleh Sultan Kerajaan Kutai. Dimana mahkota ini memiliki berat sebesar 1,98 Kg.  Dan saat ini mahkota emas ini masih disimpan di dalam Museum Nasional Jakarta.

Kalung ciwa – Peninggalan sejarah ini pertama kali di temukan pada tahun 1890, oleh seorang penduduk di sekitaran danau Lipan, Muara Kaman. Dan sampai saat ini kalung ini masih di gunakan sebagai perhiasan kerajaan dan di pakai oleh sultan pada acara tertentu.

Kalung uncal – Kalung ini terbuat dari emas sebesar 170 gram, dimana kalung ini dihiasi oleh liontin berelif. Para ahli mengatakan jika kalung ini berasal dari India, karena memang hanya ada dua buah kalung uncal di dunia yaitu di Indonesia dan India saja.

Kura-kura emas – Ini merupakan salah satu peninggalan yang terbilang sangat unik, dimana benda ini memiliki ukuran sebesar kepalan tangan manusia. Dan sampai saat ini benda bersejarah ini masih ada di Museum Mulawarman.

Pedang sultan kutai – Ini merupakan pedang yang terbuat dari emas, dimana pedang ini memiliki ukiran seperti gambar macan yang siap menerkam. Sedangkan untuk bagian ujungnya terdapat ukiran seperti buaya, dan hingga sekarang pedang ini masih ada di Museum Nasional Jakarta.

Singgasana sultan – Ini merupakan salah satu peninggalan yang masih terus ada sampai saat ini, dimana benda ini disimpan di Museum Mulawarman. Singgasana ini juga di lengkapi dengan hiasan payung, umbul-umbul, serta peraduan pengantin.

Nah itulah beberapa informasi mengenai sejarah tertua di Indonesia. Semoga dengan ulasan lengkap mengenai sejarah kerajaan kutai bisa bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan komentar