Cara Menghitung Denda Pajak Motor

0
Cara Menghitung Denda Pajak Motor
Cara Menghitung Denda Pajak Motor (Foto: news.okezone.com)

Denda pajak motor ternyata dianggap hal yang menakutkan bagi para pemilik motor terlebih bagi yang baru pertama kali mengalaminya. Sebenarnya, pajak adalah kewajiban bagi setiap orang baik pajak penghasilan, tanah maupun kendaraan.

Kesadaran dalam membayar pajak harus ditanamkan sejak dini sehingga masyarakat dapat membayar pajak sebagai kewajibannya. Dengan membanyar pajak secara tidak langsung anda telah menjadi seorang warganegara yang baik.

Mengapa wajib pajak harus digalakkan?

Pajak yang dikumpulkan oleh negara ternyata berguna untuk dijadikan sebagai sumber dana kenegaraan dan beberapa diantaranya adalah untuk membangun infrastruktur seperti jalan, bantuan hingga pelayanan sosial. Saat ini pelayanan pajak sudah online di beberapa daerah sehingga anda bisa cek pajak kendaraan bermotor tanpa harus ke Samsat.

Lupa membayar pajak dan kaget dibuatnya seringkali dirasakan oleh anda yang telat membayar pajak. Ada yang bilang telat sehari dendanya sama dengan satu tahun. Tapi tenang, hitungan telat sehari tidak terhitung terlambat membayarnya satu tahun.

Oleh sebab itu, anda tak perlu resah dan takut itu info yang tidak benar. Mungkin sebagian dari anda memang belum mengetahui tentang bagaimana cara menghitung denda pajak motor. Jangan khawatir, ikuti langkah-langkah menghitung denda pajak motor yang mudah disini.

Cara Mudah Menghitung Denda Pajak Motor

Rumus singkat dan benar penghitungan bila anda ingin membayar pajak akan kami uraikan dibawah ini. Perlu diketahui, sebulan sehari akan dihitung menjadi 2 bulan. Nah, bila anda lupa membayar sekitar setahun maka kalian hitungannya adalah denda selama 12 bulan. Dibawah ini adalah langkah untuk menghitung denda yang terlambat satu tahunan. Berikut contoh untuk anda agar anda semakin mudah menghitungnya.

Di STNK, tertera Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB dengan nominal Rp 184.500 dan besar biaya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan atau SWDKLLJ sejumlah Rp 35.000. nah, jumlah yang harus dibayarkan adalah  Rp 184.500 + Rp 35.000 = Rp 219.500.

Diatas tadi adalah sebagaimana yang tertera di STNK yang tidak terlambat membayar pajak. Bila terlambat membayar maka rumusnya menjadi:

Denda dari PKB + denda dari SWDKLLJ.

Contoh cara menghitung terlambat membayar pajak motor satu tahun:

  1. Denda PKB per tahun : 25 %
    1) Telat 1 bulan rumusnya PKB x 25% x 1/12
    2) Telat 1 tahun rumusnya PKB x 25% x 12/12
    3) Denda PKB rumusnya biaya PKB x 25% x 12/12 = 184.500 x 25 % x 1 = Rp 46.125
  2. Denda untuk SWDKLLJ motor : Rp 32.000
  3. Total denda: Denda dari PKB + denda dari SWDKLLJ
    = Rp 46.125 + Rp 32.000
    = Rp Rp 78.125
  4. Jumlah pajak yang dibayarkan:
    Total denda + PKB + SWDKLLJ + keseluruhan
    = Rp 184.500 + Rp 35.000 + Rp 78.125
    = Rp 297.625

Jadi, cara untuk menghitung denda untuk pajak motor yang telat selama satu tahun diatas kesimpulannya adalah bernilai sebesar adalah Rp 297.625. dari cara menghitung denda pajak motor yang telah diulas tadi, kini anda dapat menghitungnya dengan sedikit gambaran acuannya. Nah, karena membayar pajak adalah kewajiban jangan sampai telat agar tidak terkena sanksi denda. Ikuti terus kasihberita.com untuk mendapatkan berita terkini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here