Pemanasan Global, Penyebab, Dampak dan Penyegahan

0
Pemanasan Global, Penyebab Dampak dan Penyegahan
Pemanasan Global, Penyebab Dampak dan Penyegahan (Foto: inverse.com)

Pemanasan global atau global warming merupakan salah satu permasalahan di bumi yang timbul akibat adanya peningkatan emisi yang dikeluarkan akibat gas yang timbul dari rumah kaca. Gas yang keluar dari emisi tersebut seperti metana. CO2 atau karbondioksida, dinitro oksida, sulfur, heksafluorida, hidrofluorokarbon di dalam atmosfer bumi.

Global warming sendiri berdampak sangat buruk pada lingkungan. Hingga saat ini masih banyak sekali yang dirugikan akibat adanya pemanasan di bumi dalam kurun waktu selama beberapa tahun terakhir ini.

Apa Yang Menjadi Penyebab Pemanasan Global?

Pemanasan global disebabkan karbon dioksida (CO2), polutan udara, dan gas efek rumah kaca berkumpul pada atmosfer bumi yang akhirnya menyerap sinar matahari dan radiasi matahari yang memantul dari permukaan bumi. Biasanya, radiasi lolos menuju luar angkasa namun, polutan dapat tertinggal selama bertahun-tahun dan menempel pada atmosfer. Ini akan berakibat terjebaknya panas dan menyebabkan bumi menjadi terasa sangat panas. Peristiwa atau kejadian ini yang kita kenal sebagai efek rumah kaca.

Di berbagai negara di dunia pembakaran bahan bakar fosil yang biasanya dipergunakan untuk membuat listrik adalah sumber polusi pencemaran yang menyebabkan pemanasan global terbesar. Setidaknya ada sekitar dua miliar ton CO2 akan dihasilkan akibat pembakaran ini setiap tahunnya.

Pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga batu bara sudah diteliti menjadi penyebab pencemar udara terbesar. Sumber pencemaran karbon terbesar kedua terutama di kota-kota besar adalah sektor transportasi, yang menghasilkan sedikitnya 1,7 miliar ton emisi gas CO2 per tahunnya.

Untuk membatasi perubahan iklim yang sangat berbahaya, maka kehidupan ini memerlukan pengurangan jumlah emisi dan penggunaan energi alternatif yang berbahan bakar fosil di seluruh dunia. Adanya tindakan mengurangi jumlah emisi CO2, maka panas bumi akan menurun. Berkat teknologi hemat energi serta penggunaan bahan bakar yang lebih bersih terutama untuk kendaraan bermotor.

Cara baru yang semakin canggih saat ini adalah memodernisasikan pembangkit listrik sehingga, bisa menghasilkan listrik bersih dan bahan bakar bensin lebih sedikit pada waktu berkendara. Tantangan kita saat ini mengembalikan lagi atmosfer yang telah rusak kembali baik dengan penghijauan.

Apakah Cuaca Yang Ekstrem Akibat Pemanasan Global ?

Beberapa ilmuwan di dunia pernah mengemukakan jika suhu bumi yang meningkat dapat memicu gelombang panas lebih tinggi dan lebih lama. Seperti cuaca ekstrem yang ada di Indonesia, salah satunya kekeringan di berbagai daerah, curah hujan tinggi hingga menyebabkan banjir, dan badai kencang.

Paling memprihatinkan dari dampak kemarau panjang di berbagai wilayah di Indonesia adalah menyebabkan para petani tidak dapat menanam. Ada juga yang gagal panen akibat kurangnya asupan air.

Selain dampak kemarau, di Indonesia sendiri seringkali terjadi hujan lebat dengan intensitas yang sangat tinggi. Terkadang hujan bisa terjadi dalam waktu sehari semalam, akibatnya tanah longsor di pegunungan, banyak tanggul jebol dan banyak yang kehilangan rumah akibat terjangan air. Hal ini tentunya akibat dari kesalahan-kesalahan manusia juga.

Pemanasan global dapat mengaitkan berbagai kejadian cuaca tertentu, seperti gelombang panas serta perubahan iklim yang tak menentu. Suhu lautan  di bumi juga semakin panas hingga menyebabkan badai.

Badai dapat dikategorikan berbahaya dan bahkan lebih berbahaya lagi. Akibat badai ini banyak sekali kerusakan yang terjadi di alam. Hal ini sangat menyeramkan jika terjadi badai yang cukup tinggi dan menghempas hingga ke daratan. Akibatnya puluhan gedung roboh dan berbagai akses jalan putus.

Dampak pemanasan global bisa dirasakan di seluruh dunia. Gelombang panas yang ekstrim telah menyebabkan puluhan ribu kematian di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan,  Antartika telah kehilangan sekitar 134 miliar metrik ton es per tahun sejak tahun 2002.

Tingginya global warming dapat meningkat terus menerus jika kita terus menggunakan bahan bakar fosil. Akibat kesalahan-kesalahan yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia inilah permukaan laut menjadi naik hingga beberapa meter bahkan bisa diprediksikan akan terus berlanjut selama 50 hingga 150 tahun yang akan datang.

Apa Dampak Pemanasan Global Lainnya dan Bagaimana Menanggulanginya?

Konsekuensi lingkungan, ekonomi, dan kesehatan kemungkinan akan terjadi jika tren membuat polusi dengan bahan bakar fosil terus dilanjutkan.  Sehingga jika kita tak mencegah berbagai hal yang menyebabkan pemanasan global terus meningkat, maka kita akan kehilangan bumi kita yang sehat dan aman dari pencemaran.

Dampak lain yang timbul akibat global warming adalah Gletser yang mencair, hujan salju dini, dan kekeringan hebat di berbagai daerah di Indonesia. selain itu juga meningkatnya risiko kebakaran hutan di sejumlah hutan-hutan di Sumatra, Kalimantan dan berbagai wilayah lainnya di Indonesia.

Naiknya permukaan air laut juga salah satu yang timbul akibat global warming.  Akibatnya banjir di wilayah pesisir pantai di Indonesia sering terjadi. Padahal tak sedikit rumah penduduk di Indonesia yang berada di dekat area pantai.

Hutan, sawah, ladang, peternakan, dan berbagai sektor lainnya di bidang menanam akan menghadapi hama baru yang menyusahkan, gelombang panas, hujan deras, dan banjir yang terus meningkat di berbagai daerah, bahkan hingga gunung yang longsor. Semua faktor tersebut akan merusak dan menghancurkan pertanian dan perikanan.

Gangguan habitat akibat pemanasan global seperti terumbu karang yang juga akibatnya banyak spesies tanaman dan hewan menjadi punah. Global warming masih bisa kita cegah dengan cara-cara yang baik dan benar. Jika tak ingin hal ini terus melanda kita harus melestarikan alam yang tercipta gratis untuk kita semua.

Pemanasan global mengacu pada pemanasan seluruh bumi oleh efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah proses di mana gas di atmosfer bumi menangkap radiasi infra merah dari bumi. Radiasi inframerah tersebutlah yang membuat bumi tetap hangat di malam hari. Namun dampaknya sangat banyak Bumi menjadi memanas sampai level yang berbahaya.

Pada waktu sinar matahari menerpa atmosfer bumi, beberapa sinar matahari memantul keluar angkasa tetapi sebagian besar menembus atmosfer dan membuat jalan ke permukaan bumi. Sebagian besar panas diserap oleh pita udara beberapa kilometer dari tanah. Beberapa panas ini dipancarkan ke angkasa dalam bentuk radiasi infra merah.

Global warming saat ini sering kali dapat mengacu pada pemanasan bumi melalui peningkatan gas rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Konsekuensi pemanasan global berpotensi perubahan iklim, mengubah lahan pertanian produktif menjadi padang pasir, mencairnya gletser, lapisan es, persediaan air tawar menurunkan, dan membanjiri pesisir.

Untuk mengatasi dampak yang timbul akibat global warming ini, kita bisa melakukan upaya pencegahan. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan menanam pohon di berbagai area sekitar tempat tinggal kita, melakukan penghematan listrik, tidak lagi menebangi hutan sembarangan, tak lagi menggunakan alat yang mengandung CFC, mengurangi penggunaan bahan bakar fossil dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here